Gelar Konser LUX NOVA, KLa Project Bikin Balai Sarbini Jadi Mesin Waktu Musik

KONSER perayaan 37 Tahun Kla Project di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (7/2). (Foto/ANTARA)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Sabtu (7/2) malam, Balai Sarbini, Jakarta, berubah jadi panggung nostalgia sekaligus pesta musik penuh energi. KLa Project, band yang sudah 37 tahun malang melintang di industri musik Indonesia, menghadirkan konser bertajuk “LUX NOVA”.

Penonton yang hadir seolah diajak masuk ke mesin waktu, kembali ke era kejayaan musik pop romantis yang dulu pernah mereka nikmati.

Begitu lampu panggung menyala, sorakan penonton langsung pecah. Lagu “Tinggal Sehari”, “Datanglah Pesona”, dan “Menjemput Impian” jadi pembuka yang bikin suasana hangat. Tata cahaya yang dramatis dan efek kabut tipis menambah nuansa magis, membuat konser terasa intim sekaligus megah.

Tak lama kemudian, penonton mulai berdiri dari kursi mereka. Suasana berubah jadi seperti pesta keluarga besar: semua ikut bernyanyi, tepuk tangan, dan bersorak. Kebersamaan itu terasa nyata, seolah KLa Project dan penggemarnya menyatu dalam satu alunan musik.

Sepanjang konser, KLa Project membawakan 23 lagu. Dari “Gerimis”, “Belahan Jiwa”, “Tentang Kita”, “Tak Bisa ke Lain Hati”, sampai anthem abadi “Yogyakarta”. Setiap lagu seolah jadi jembatan kenangan, membawa penonton kembali ke masa-masa indah.

Menjelang akhir, mereka melantunkan “Semoga”, “Meski Telah Jauh”, dan “Tak Usah Mengejar Cinta”. Penonton berdiri, bernyanyi bersama, dan suasana berubah jadi paduan suara raksasa.

Katon Bagaskara, sang vokalis, bahkan turun panggung untuk membagikan bunga ke penonton barisan depan. “Biasanya kita cuma lima tahun sekali bikin show. Berarti yang hadir malam ini adalah orang-orang istimewa. Thank God you still love us,” kata Katon, disambut sorakan meriah.

Kejutan lain datang saat Fransisca Insani Rahesti alias Sisca, vokalis pendukung sejak era awal KLa Project, muncul di panggung. “Ini kejutan dari kami,” ujar Katon. Sisca ikut menyanyikan lagu-lagu yang dulu ia isi vokal, seperti “Tentang Kita” dan “Rentang Asmara”.

Konser ditutup dengan “Tak Bisa ke Lain Hati” dan “Yogyakarta”. Penonton tak berhenti bernyanyi sampai lampu panggung benar-benar padam.

Narasi tambahan dari media mainstream mencatat bahwa konser ini bukan hanya nostalgia, tapi juga bagian dari rangkaian tur KLa Project yang akan berlanjut ke beberapa kota besar di Indonesia.

Katon menyebut bahwa tur ini adalah bentuk apresiasi terhadap loyalitas penggemar yang masih setia mendukung mereka. Generasi muda pun ikut hadir, membuktikan bahwa musik KLa Project lintas generasi dan tetap relevan.

Beberapa musisi muda yang datang mengaku terinspirasi oleh konsistensi KLa Project menjaga kualitas musik selama puluhan tahun. Media menilai konser ini sebagai momentum penting untuk mengingatkan bahwa karya-karya KLa Project tetap hidup dan berpengaruh di era sekarang.**

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu