DPRD Jabar Dorong Optimalisasi TPPAS Lulut–Nambo

KOMISI IV DPRD Jabar tinjau TPPAS Lulut–Nambo, dorong peningkatan kapasitas pengolahan sampah. (Foto: Humas DPRD Jabar)
750 x 100 AD PLACEMENT

BOGOR – Komisi IV DPRD Jawa Barat menilai Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut–Nambo di Kabupaten Bogor mulai menunjukkan perkembangan positif. Meski belum maksimal, fasilitas ini dianggap lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Ir. Prasetyawati, M.M., menyampaikan hal tersebut usai melakukan kunjungan lapangan ke TPPAS Lulut–Nambo pada Rabu (4/2). Menurutnya, ada peningkatan kapasitas pengolahan sampah meski jumlahnya masih jauh dari target.

“Sudah ada kemajuan dibandingkan sebelumnya, namun kapasitasnya masih belum maksimal. Saat ini baru sekitar 50 ton per hari dan masih perlu banyak penyempurnaan,” ujar Prasetyawati.

Saat ini, kendala utama pengolahan sampah di Lulut–Nambo terletak pada proses pengeringan yang masih terbatas. Hal ini berdampak pada rendahnya produksi Refuse Derived Fuel (RDF), padahal fasilitas ini melayani sampah dari berbagai daerah di Jawa Barat, bukan hanya Bogor Raya.

“Jika pengeringan sampah dapat ditunjang dengan mesin yang memadai, kapasitas pengolahan bisa meningkat signifikan, bahkan hingga 200 ton per hari,” jelasnya.

Komisi IV DPRD Jawa Barat mendorong adanya peningkatan fasilitas dan penambahan peralatan pendukung, khususnya mesin pengering sampah. Anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp20 miliar. Upaya ini dinilai penting mengingat kondisi darurat sampah yang dihadapi Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

“Kami akan mendorong agar pada APBD berikutnya dapat dialokasikan anggaran untuk perbaikan fasilitas dan penambahan alat, sehingga TPPAS Lulut–Nambo dapat beroperasi lebih optimal,” tegasnya.

Melalui kunjungan tersebut, DPRD Jawa Barat berharap TPPAS Lulut–Nambo bisa menjadi solusi strategis dalam penanganan sampah regional yang berkelanjutan, sekaligus memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

TPPAS Lulut–Nambo sebenarnya sudah lama direncanakan sebagai proyek strategis nasional untuk mengatasi masalah sampah di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Namun, operasionalnya sempat tertunda bertahun-tahun karena kendala teknis dan administrasi.

Menurut laporan media, kapasitas ideal TPPAS Lulut–Nambo ditargetkan mencapai 1.800 ton per hari. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan kapasitas saat ini yang baru 50 ton per hari. Artinya, masih ada pekerjaan besar untuk mencapai target tersebut.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian LHK juga tengah menyiapkan skema kerja sama dengan pihak swasta agar pengelolaan TPPAS Lulut–Nambo bisa lebih efisien. Harapannya, fasilitas ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan RDF sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu