CISARUA – Tim gabungan SAR melaporkan hingga kini sudah mengevakuasi 29 jenazah korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Seluruh jenazah kemudian diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Bandung, Senin (26/1), menyampaikan bahwa dalam operasi pencarian hari ini ditemukan empat jenazah hingga pukul 13.00 WIB. Sebelumnya, sampai Minggu (25/1), jumlah korban meninggal yang ditemukan sebanyak 25 jenazah.
“Jumlah korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak empat jenazah, sehingga total korban yang diserahkan berjumlah 29 sejak pertama kali operasi SAR dilaksanakan,” katanya.
Ia menambahkan, dari jumlah tersebut, sebanyak 17 jenazah sudah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing. “Untuk jumlah korban yang telah teridentifikasi, kewenangan secara hukum berada pada pihak Polri. Informasi terakhir yang saya terima, 17 korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga,” tambahnya.
Syafii menjelaskan bahwa proses pencarian terus dilanjutkan dengan mengerahkan personel gabungan serta sembilan alat berat di sejumlah titik terdampak.
Selain itu, pencarian juga diperkuat dengan dukungan unsur udara untuk menjangkau area yang sulit diakses melalui jalur darat. “Untuk unsur udara, hari ini dioperasikan tiga pesawat helikopter, masing-masing dari TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, dan TNI Angkatan Laut. Selain itu drone juga dioperasikan,” ujarnya.
Meski begitu, keterbatasan akses jalan menuju lokasi menjadi hambatan utama. “Hari ini dan sejak kemarin alat berat sudah dapat dikerahkan. Namun karena keterbatasan ruang jalan, hanya alat berat berukuran kecil dan sedang yang dapat dioperasikan,” ucapnya.
Syafii menuturkan bahwa longsor di wilayah Cisarua memiliki skala besar dan kompleks, dengan perkiraan panjang lidah longsor mencapai 2.009 meter dan lebar 140 meter.
“Berdasarkan pengukuran, diketahui terdapat dua mahkota longsor. Panjang dari mahkota hingga lidah longsoran diperkirakan mencapai 2.009 meter, dengan lebar terluas sekitar 140 meter. Namun angka ini bersifat perkiraan karena longsoran melebar ke kiri dan kanan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa operasi pencarian akan terus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan aspek keselamatan personel. “Operasi SAR akan dievaluasi pada hari ketujuh. Namun pemerintah daerah melalui BPBD telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari,” ucap Kepala Basarnas Mohammad Syafii. **