Menteri LH: Pemulihan Lingkungan Jadi Prioritas Pasca Longsor Cisarua

MENTERI Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq bersama Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail di lokasi longsor Cisarua. (Foto: Youtube)
750 x 100 AD PLACEMENT

CISARUA – Pasca-bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menekankan bahwa pemulihan lingkungan dan penataan tata ruang harus menjadi prioritas utama.

Hanif menegaskan pentingnya menjaga daya dukung serta daya tampung lingkungan agar fungsi ekologis kawasan tetap terjaga meski lahan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas.

“Kami tegaskan penguatan lingkungan harus jadi fokus agar keseimbangan ekologi tetap terjaga,” ujarnya di Kabupaten Bandung Barat, Senin (26/1).

Menurutnya, penanganan bencana tidak boleh berhenti pada langkah darurat semata. Harus ada kajian ilmiah yang komprehensif agar solusi yang diambil benar-benar menyentuh akar masalah.

Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup akan segera menurunkan tim ahli lintas disiplin guna mengevaluasi penyebab longsor, terutama terkait perubahan fungsi lahan yang masif.

“Kami akan melibatkan para ahli untuk merumuskan langkah tindak lanjut, khususnya soal tata ruang agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Hanif.

Ia menambahkan, berdasarkan data BMKG, wilayah Cisarua diguyur hujan selama empat hari berturut-turut dengan intensitas rata-rata 68 milimeter per hari. Meski menjadi pemicu, angka tersebut tidak tergolong ekstrem dibandingkan wilayah lain.

“Curah hujan ini memang memicu longsor, tapi intensitasnya tidak terlalu besar. Artinya ada faktor lain yang harus kita evaluasi lebih dalam,” jelasnya.

Hanif menyebut faktor tambahan yang berkontribusi kuat antara lain kondisi geologi, kemiringan lereng, serta pembukaan lahan pertanian yang tidak memperhatikan prinsip keberlanjutan.

Ia menilai perubahan fungsi lahan tanpa penguatan vegetasi maupun terasering memperbesar risiko pergerakan tanah saat hujan deras. “Penataan ruang berkelanjutan dan pemulihan vegetasi di lereng kritis adalah solusi jangka panjang yang tidak bisa ditawar lagi,” tegasnya. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu