BANDUNG – Siapa sangka, di balik gemerlap Jalan Braga yang penuh kafe modern dan bangunan bersejarah, ada sebuah gang kecil yang menyimpan kuliner legendaris.
Gang Apandi, di Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, menjadi tujuan banyak wisatawan yang penasaran dengan Seblak Teh Ida—sebuah hidden gem yang sudah melegenda di kalangan pecinta jajanan Sunda.
Meski lokasinya tidak di jalan utama, kedai sederhana ini selalu ramai. Wisatawan rela menyusuri gang sempit demi semangkuk seblak hangat dengan cita rasa khas.
Teh Ida, sang pemilik, memulai usaha sejak lama. Awalnya ia berjualan bakso, namun sejak 2011 beralih ke seblak setelah sempat vakum beberapa tahun.
Popularitasnya melonjak saat pandemi Covid-19, ketika seorang konten kreator TikTok mengunggah pengalaman menyantap seblak racikan Teh Ida. Sejak saat itu, pengunjung datang bukan hanya dari Bandung, tetapi juga luar kota.
Harga yang ramah di kantong menjadi daya tarik lain. “Kalau di sini mah standar. Mulai Rp7.000, seblak Rp12.000 tergantung topping,” ujar Teh Ida. Di tengah citra Braga sebagai kawasan wisata mahal, ia tetap menjaga kejujuran harga.
Selain seblak, tersedia pula cimol, pentol, tahu walik, kacang ijo, hingga aneka minuman. Menikmati jajanan hangat di gang kecil Braga ini seolah menjadi perjalanan kuliner yang autentik, jauh dari hiruk pikuk modernitas. **