Dorong Prospek Wisata Masa Depan Kota Bandung, Infrastruktur di 17 Ruas Jalan Ikonik Diperbaiki

Ist.
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Kota Bandung saat ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Wisatawan domestik maupun mancanegara datang untuk menikmati suasana kota yang sejuk, kuliner khas, serta kawasan belanja yang ramai.

Jalan-jalan ikonik seperti Dago, Braga, dan Asia Afrika menjadi magnet utama karena menawarkan perpaduan antara sejarah, budaya, dan modernitas. Selain itu, Bandung juga memiliki daya tarik berupa ruang publik kreatif, taman kota, serta kafe-kafe tematik yang mendukung citra Bandung sebagai kota kreatif.

Namun, tingginya jumlah kunjungan wisatawan juga menimbulkan tantangan, terutama terkait kemacetan lalu lintas, keterbatasan lahan parkir, dan kebutuhan akan fasilitas pejalan kaki yang lebih nyaman. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur jalan dan penataan kawasan wisata menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas pengalaman wisatawan sekaligus mendukung keberlanjutan pariwisata perkotaan.

Terkait dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana melakukan perawatan dan perbaikan terhadap 17 ruas jalan yang selama ini telah menjadi destinasi wisata sekaligus ikon Kota Bandung sehingga penampilannya perlu diperhatikan.

Wali Kota Bandung, H.M. Farhan, awal pekan lalu mengatakan, perbaikan tidak hanya difokuskan pada ruas jalan utama, tetapi juga mencakup jalan-jalan pendukung atau “sayap” di sekitarnya. Perbaikan tidak hanya difokuskan pada ruas jalan utama, tetapi juga mencakup jalan-jalan pendukung atau “sayap” di sekitarnya.

Ruas jalan mana saja yang akan mendapat perawatan dan perbaikan? Informasi yang diperoleh dari Pemkot Bandung, jalan-jalan tersebut antara lain:

  • Jalan Ir. H. Juanda (Dago)
  • Jalan L.R.E. Martadinata (Riau)
  • Jalan Merdeka
  • Jalan Lembong
  • Jalan Tamblong
  • Jalan Asia Afrika
  • Jalan Simpang Lima
  • Jalan Naripan
  • Jalan Sunda
  • Jalan Sumatera
  • Jalan Jawa
  • Jalan Wastukancana
  • Jalan Braga

Farhan menuturkan, perbaikan yang dilakukan bersifat perawatan dan peningkatan kualitas secara umum, meliputi kondisi badan jalan, trotoar, serta penataan kawasan agar lebih rapi dan nyaman bagi pejalan kaki maupun wisatawan.

“Perbaikannya perbaikan normal, tapi dengan perhatian khusus agar kawasan ini benar-benar siap sebagai tujuan wisata,” jelasnya.

Ia berharap, dengan perbaikan dan penataan tersebut, wajah Kota Bandung semakin tertata, ramah wisatawan, serta mampu mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan pusat kota.

“Ini bagian dari upaya kita menjaga kualitas kota, terutama di kawasan yang paling sering dikunjungi wisatawan,” pungkasnya.

Ke depan, prospek wisata Kota Bandung dipandang sangat cerah. Dengan dukungan perbaikan infrastruktur, pengembangan kawasan tematik, serta inovasi berbasis komunitas kreatif, Bandung berpotensi memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Asia Tenggara.

Integrasi antara wisata sejarah, kuliner, belanja, dan ekowisata akan menjadikan Bandung semakin kompetitif, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu